Senin, 13 Oktober 2014

definisi manajemen,jenis manajemen,pengertian psikologi manajemen



Definisi manajemen
Dalam mengartikan dan megartikan manajemen ada berbagai ragam, ada yang mengartikan dengan ketata laksanaan, manajemen, manajemen pengurusan dan lain sebagainya. Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada,  pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian, yaitu:
1.      Manajemen sebagai suatu proses.
2.      Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia.
3.      Manajemen sebagai ilmu (science) dan sebagai seni (art)
Manajemen sebagai suatu proses, melihat cara bagaimana orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.  Pengertian manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat sebagai suatu proses dapat dilihat pengertian menurut;
1.      Encyclopedia of the Social Science, yaitu suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi.
2.      Haiman, manajemen yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui kegiatan orang lain, mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.
3.      Georgy R Terry, yaitu cara penyampaian tujuan yang telah ditentukan terlebuh dahulu dengan melalui kegiatan orang lain.

Manajemen sebagaia kolektivitas merupakan  suatu kumpulan dari orang-orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-orang inilah yang disebut manajemen, sedang orang yang bertanggung jawab terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya akitivitas disebut manajer.
Manajemen sebagai suatu ilmu dan seni, melihat bagaimana aktivitas manajemen dihubungkan  dengan prinsip-prinsip manajemen. Pengertian manajemen sebagai suatu ilmu dan seni dari:
1.      Chaster I Bernard dalam bukunya yang berjudul the Function of the Executive, bahwa manajemen suatu seni dan ilmu, juga Henri Fayol, Alfin Brown Harold, Koont Cyril O’donnel dan George R Terry.
2.      Marry Parker Follet menyatakan bahwa manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan orang lain.
Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan manajemen yaitu suatu koordinasi semua sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, penetapan tenaga kerja, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.
3.      Jenis –jenis Manajemen
a.       Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh SDM yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagiamana SDM yang terbaik tersebut dapat di pelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.
b.      Manajemen Operasional
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen dengan teknik produksi yang seefesien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produksi akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.
c.       Manajemen Pemasaran
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.
d.      Manajemen Keuangan
Kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.
Pengertian Psikologi Manajemen
Menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997)
         Tujuan Psikologi Manajemen
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
1.      Perencanaan (Planning)
Yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
3.      Pengarahan (Actuating/Directing)
Yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.
4.      Pengawasan (Controlling)
Yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan.

2.      Kepemimpinan
a.       Pengertian Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. Dari tiga pengertian tersebut di atas, jelas bahwa kepemimpinan itu adalah upaya untuk mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan, baik tujuan tersebut telah ditetapkan atau tujuan lain yang lebih luas. Upaya tersebut lebih bersifat hubungan antar pribadi.
b.      Teori Kepemimpinan
1. Teori orang-orang terkemuka
Bernard, Bingham, Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter.
2. Teori lingkungan
Mumtord, menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan tertekan, perubahan dan adaptasi. Sedangkan Murphy, menyatakan kepemimpinan tidak terletak dalam dari individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa.
3. Teori personal situasional
Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor, yaitu sifat kepribadian pemimpin, sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok.
4. Teori interaksi harapan
Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi.
5. Teori humanistik
Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan, nilai-nilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung.


6. Teori pertukaran
Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya.
http://coretaneta.blogspot.com/2013/04/definisi-teori-tipe-tipe-kepemimpinan.html

3.      Pengertian Perencanaan
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan—tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Manfaat Perencanaan
Perencanaan mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan.
b.       Membantu dalam kristalisasi persesuaian dalam masalah-masalah utama,
c.       Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
d.      Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
e.       Standar pelaksanaan dan pengawasan,
f.       Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
g.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
h.      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait,
i.        Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
j.        Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
k.      Menghemat waktu, usaha dan dana.

4.      JENIS PERENCANAAN DALAM ORGANISASI :
Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.
1.      Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
2.      Perencanaan Taktis / Taktik
Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian. Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.

3.      Perencanaan Operasional

Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.

4.      Perencanaan Normatif
Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.



Daftar Pustaka
Robbins, S. P., Coulter, M. K., & DeCenzo, D. A. (n.d.). Fundamental of Management Essential Concept.
Northcraft, G. B., & Neale, M. A. (1990). Organizational Behavioral A Management Challenge. Florida: The Dryden Press.



Rabu, 27 Agustus 2014

Liburan ala saya



Solo Travelling ke Menara Siger, Lampung

Libur kuliah semester genap  tinggal beberapa hari lagi nih, dan rasanya pengen cepet-cepet selesai aja nih ujian dan segera liburan. Liburan saya kali ini gak bareng sama temen-temen, tapi saya pinginnya liburan sendiri, kalo bahasa kerennya mah Solo travelling heheheee…. Niat pingin ngerasain solo travelling sih sebenernya udah lama banget, tapi emang waktunya lah yang belom tepat. Jadi belom kesampaian deh tuh niat :D. Awalnya  pengen solo travelling ke Bandung aja, pengennya naik bis aja gitu ke Bandung, tapi entah kenapa jadi kepikiran menara siger diLampung. Akhirnya putar pikiran deh jadinya ke Lampung aja dari pada ke Bandung.
Well, hari yang dinanti-nantipun akhirnya datang juga. Siap-siapin apa aja yang harus dibawa buat diperjalanan nanti, dan  packing pun akhirnya selesai juga, saatnya gw berangkaaaaaaaaaaaatttttttt…… :D
Rabu 20 agustus 2014 hari yang saya nanti. Dan pukul 11: 45 WIB saya berangkat menuju stasiun pondok cina-depok. Niatnya sih pengen naek kereta aja ke Meraknya, kan lumayan tuh biar ngirit duit, maklum mahasiswa :D. Nyampe pocin kayaknya udah mau dzuhur, jadi saya  nunggu adzan dzuhur dulu aja deh dikampus D daripada tar telat shalatnya.
12:39 Shalat dzuhur udah, so saatnya menuju stasiun pocin. Beli tiket commuter line (CL) menuju stasiun Duri. Ini lah suasana stasiun pocin

Gak lama setelah itu kereta yang saya  tuju datang. Alhamdulillah perjalanan dari Stasiun Pocin sampe Stasiun Duri lancar jaya gak ada gangguan ataupun antri masuk stasiun Manggarai.
13:39 Saya sampe Stasiun Duri, liat jadwal kereta patas Merak, dan ternyata jadwalnya berubah bukan jam 15:45 lagi berangkatnya tapi jam 17:45. Liat loket pembelian tiketpun loketnya buka jam 14:30. Saat loket udah buka akhirnya saya ikut antrian orang-orang banyak deh tuh. Udah antri panjang2 eh ternyata pas hari itu pemberangkatan kereta ke Merak dibatalkan lantaran ada kereta yang anjlok, jadi kereta hanya sampai stasiun Rangkas Bitung. Aaaargghhh, somplak di PHPin kereta deh L. Jalan satu-satunya menuju Merak ya naik Bis. Hhmm… tau gitu mah mending saya berangkat malem aja dari Depok ke terminal Kampung Rambutan. Tapi yaudahlah pengalaman hehehe. Lagian saya lebih suka naik bis daripada naik kereta. Hobi banget deh kalo liat bis maupun naek bis hehehe
16:22 dari Stasiun Duri saya langsung menuju stasiun Jatinegara, terus sampe Jatinegara nyambung angkot menuju terminal Pulogadung. Sore itu Jakarta cukup padat dikarenakan waktunya orang-orang pulang kerja. Macet-macetan menuju Pulogadung
18:06 sampe Terminal bus Pulogadung, bau pesing dan para calo langsung menyambut kedatangan saya diterminal yang terkenal dengan calonya ini. Shalat maghrib dan langsung menuju terminal keberangkatan Antar kota Antar Propinsi (AKAP) untungnya ada bis Arimbi yang baru keluar terminal dan siap berangkat, akhirnya saya lepas dari kejaran para calo itu. Dadah-dadah dulu deh buat para calo… hahahahahaha :P.
Hot seat (bangku depan) ternyata udah ada yang nempatin, yaudah deh duduk dibelakangnya ajah. Arimbi yang saya  tumpangin sampe Merak ini adalah bis bermesin Hino, bis AC dengan konfigurasi seat 2-3. Dengan tarif 25ribu rupiah kita bisa menuju kota Merak dan sekitarnya. Ac dingin akhirnya ngantuk pun melanda, tidur dulu lah zzzzzzzzzzzzzz……………….
22:16 sampe Merak, turun bis langsung nyari tempat makan, perut sudah merengek untuk minta di isi. Pecel lele dulu lahhh… yuuukk mari makaaaaannn :D.
Sebenernya ini kecepetan nyampe Meraknya, karena saya pengen pagi nyampe pelabuhan Bakauheni, Lampung. Perut kenyang dan saya langsung menuju dalam pelabuhan Merak.

Ada mesjid sebelum loket pembelian tiket, shalat isya dulu deh. Di mesjid ini banyak orang-orang yang beristirahat tanpa ragu setelah shalat pun saya langsung merebahkan diri menunggu jam 02:00 dini hari di mesjid ini. Pulas tidur kemudian Ngobrol-ngobrol sama sesame orang yang hendak nyebrang ke bakau juga, namanya Syaf. Kalo dia habis solo travelling ke Bandung. Oke dah, ngobrol-ngobrol akhirnya jam 02:00 kita jalan menuju loket. Beli tiket penyebrangan seharga Rp 13.000, “menuju dermaga 1 ya mas” ucap seorang petugas tiketnya. Menggunakan jasa ASDP ini bukan sekali bagi gue. Udah sering nyebrang ke pulau Sumatera, berhubung saya asal Sumatera juga. Tiap saya nyebrang ke Bakauheni selalu lewat dermaga 1 dan dengan kapal Jatra,  nah pas malam itu felling saya bilang “nih kayaknya bakalan naik KMP Jatra lagi deh” eh gak taunya bener aja Jatra II yang bakal nganterin gue ke pulau Sumatera, oke baiklah naik KMP Jatra II untuk kesekian kalinya.
Ini KMP Jatra II yang akan mengantarkan saya ke seberang, kayaknya model depannya dirombak deh.. heheee

FYI, KMP Jatra itu ada 3. Jatra I, Jatra II, dan Jatra III. Ketiganya memiliki fasilitas yang berbeda pula. KMP Jatra II ini melayani 3 kelas. Kelas ekonomi itu merupakan kelas standard yang ada dikapal ini, gratis tanpa bayar tapi gak ber AC. Kelas bisnis ruangan bersofa dan bisa lesehan, bisa buat tiduran buat para penumpang yang sudah lelah, untuk masuk keruangan ini penumpang dikenakan biaya 6ribu rupiah. Yang berikutnya kelas yang lebih mewah yaitu kelas eksekutif. Dikelas ini lebih nyaman sofanya lebih lega daripada kelas bisnis tadi, biaya masuk sini tentu lebih mahal daripada keas bisnis, 10ribu rupiah untuk sekali masuk untuk para penumpang yang ingin menikmati kelas eksekutif ini.
Kamis 21 Agustus 2014 pukul 02:26 KMP Jatra II siap memulai pelayarannya mengarungi Selat Sunda membawa para perantau yang ingin balik ke kampung halamannya. Pelayaran Merak-Bakauheni normalnya memakan waktu 2-3jam tergantung kondisi laut dan bongkar muat kapal. Pooooootttt….pooooootttt tanda kapal sudah mulai berangkat meninggalkan pelabuhan Merak. Ombak cukup tenang malam itu, semoga pelayaran kami lancar dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Angin laut mulai menyapa saya, kemudian masuk lah saya ke kelas bisnis bersama kawan baru saya yang bertemu dimushollah. Ambil tempat yang lesehan yang bisa untuk selonjoran, film hantu taman lawang menemani pelayaran saya malam itu. Sedang asik nonton kantuk pun melanda.. film belum selesai tapi saya tertidurr….zzzzzzzzzzzzzz
Poooottt….pooootttttt klakson kapal mulai berbunyi kembali, kulihat jam, sudah pukul 04:43 WIB menandakan kapal sudah hampir sampai dipelabuhan Bakauheni Lampung. Kulihat keluar lampu-lampu pelabuhan sudah mulai tampak dan lampu menara Siger masih terang bersinar, siap-siap untuk turun kapal. Suara kumdang adzan dari daratan sudah mulai terdengar sampai ke atas kapal, menandakan masuk waktu subuh. Tepat pukul 05:04 kapal bersandar di dermaga 1 pelabuhan Bakauheni, Lampung. Welcome pulau Sumateraku tercinta…
Turun kapal kemudian kami berpisah dengan teman saya syaf tadi, dia langsung menaiki travel sedangkan saya  ke musollah dulu yang ada didalam pelabuhan Bakauheni untuk menunaikan ibadah shalat subuh. Shalat selesai dan saya pun melanjutkan perjalanan saya kembali, tapi  sebelum itu minum kopi hangat dan indomie rebus dulu untuk mengisi tenaga. Para calo menghadang saya dan bertanya-tanya hendak kemana tujuan saya. Hhmmmmm, kasih tau gak ya saya mau kemana? Kepo abis dah lo calo.. hahahaha. Diwarung kopi itu ada dua orang yang baru saja turun dari kapal dan dibuntuti calo dari mulai turun kapal sampai dia minum kopi dan sampai habisnya itu kopi. Dalam hati saya berkata “betah bener dah ini calo, kayak gak ada penumpang lain aja”. Dan saya pun ga luput dari calo tersebut, saat saya sedang menyantap mie rebus dan kopi hangat si calo ini masih aja tetap tanya saya hendak kemana. Arrgghhh…. Sarapan pagi saya diganggu sama calo keparat ini.
Welcome Lampung :D

Sarapan pagi selesai haripun mulai terang saya melanjutkan perjalanan saya yaitu ke menara Siger yang sudah terlihat jelas dari area pelabuhan. Udara sejuk pagi hari Sumatera yang jarang saya temukan diJakarta menyapa saya.. Alhamdulillaaaaahh masih bisa menikmati indahnhya nikmat Allah SWT. Naik angkot dari pelabuhan sampai simpang menara Siger seharga 3ribu rupiah. Tepat pukul 07:00 WIB saya berada dimenara Siger. Tempat yang kata orang-orang itu titik 0 KM nya pulau Sumatera bagian selatan ini,kata siapa yang bilang saya lupa, yang jelas banyak orang yang bilang gitu..haha. Menyaksikan matahari terbit dan menyaksikan aktifitas kapal-kapal dipelabuhan Bakauheni dan gak lupa mengabadikan moment dengan foto-foto.
Inilah foto-foto saya selama di menara Siger
 







Menurut rencana jam 09:00 pagi saya kembali ke Jakarta, tapi sedang asik-asik take a picture para tukang ojek yang merangkap sebagai calo sudah menunggu saya di depan, gak dimana mana gak bisa bebas dari yang namanya CALO. Yaelahhh,, orang lagi foto-foto diganggu kang ojek lagi, fak men! Jam 07:30 saya langsung bergegas aja balik ke pelabuhan, risih diganggu sama para tukang ojek b*ngs*t, beruntung langsung ada angkot yang lewat jadi saya lolos dari kejaran tukang ojek sial itu.. weeeekkkk,,weeekkkk dadah tukang ojek berwajah garang ahahahaha.....

Langsung menuju loket dan bergegas menuju dermaga 3, nah gitu kan enak, gak dermaga 1 mulu. Bosen saya hahahahhaha……..Langsung menaiki KMP Virgo 18, kapalnya besar saya langsung menuju dek atas untuk foto-foto kapal, foto-foto mobil-mobil yang ada dipelabuhan.
Inilah foto-foto selama di KMP Virgo 18







 




Jam 8:00 pagi kapal berlabuh menuju pelabuhan Merak-Banten… hhmmm. Terimaksih tuhan,tercapai juga niat hamba mengunjungi bumimu yang indah ini. Bye pulau Sumatera, bye Lampung, bye menara Siger…….. J